Skip to main content

Rumahnya Didatangi 7 Polisi, Nia Ramadhani Menangis Saat Ditangkap Hingga Ajak Petugas Ambil Alat Hisap Sabu di Lantai Atas: Saya Menyesal


Pasangan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie berurusan dengan hukum usai ditangkap karena kasus narkoba.

Saat ini Nia Ramadhani, Ardi Bakrie dan sopirnya, ZN sedang menjalani masa rehabilitasi di Bogor, Jawa Barat.

Nia ditangkap Sat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat di rumahnya, kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan pada 7 Juli 2021 lalu.

Mengutip Wartakotalive.com, ketika didatangi polisi, Nia sedang berada di dapur.

"Ada 7 orang yang tidak saya kenal masuk ke dapur," kata Nia saat menjalani sidang perkara narkoba di PN Jakarta Pusat, Kamis (16/12/2021).

"Saya minta mereka bicara di garasi karena ada anak saya didalam rumah," ucap Nia.

Nia sudah menduga bahwa orang-orang yang tidak dikenalnya itu adalah polisi.

"Saya hanya bisa menangis saat jalan ke garasi," ujar Nia.

Tidak lama kemudian Nia memperlihatkan barang bukti sabu yang dicari polisi.

Polisi mendatangi Nia Ramadhani setelah menangkap ZN, sopir dari ibu tiga anak itu.

"Saya nggak sembunyikan apapun, dan ajak petugas naik ke lantai atas menuju lemari, mengambil alat hisap yang saya simpan di lemari. Alat hisapnya masih ada air," katanya.

Alat hisap itu masih basah karena baru saja dipakai Ardi untuk menghisap sabu pada pagi harinya.

"Sambil menangis, saya menghubungi Ardi tapi tidak diangkat, sampai petugas meminta saya ikut ke kantor polisi untuk dimintai keterangan," ujar Nia.

Nia Ramadhani terus menangis dari rumahnya menuju Polres Metro Jakarta Pusat.

"Sampai di kantor polisi saya masih nangis. Saya menyesal dan bersalah," ujar Nia.

Melansir Kompas.com, Nia mengaku alasan mengonsumsi sabu guna mengatasi emosionalnya, di tengah masalah pribadi dan tuntutan menjadi wanita sempurna.

"Semula karena saya ingin cerita ke teman-teman saya. Ada hal yang sedang saya rasakan sangat sedih dan terpuruk," kata Nia.


Hanya saja respon yang didapatkan Nia bukan sebuah saran dan pengertian.

Tapi ia justru mendapatkan sebuah penekanan agar tidak mengeluh atas semua masalahnya.

"Katanya, 'Nia malu lah kalau sedih. Banyak yang harus disyukuri karena banyak yang pengin seperti kamu. Punya suami, anak, dan tinggal di keluarga terpandang' gitu," ucapnya.

"Ya dari situ, saya merasa menjadi seorang Nia adalah kutukan," sambungnya.

Tak hanya itu, Nia mengakui ada pergolakan batin yang membuatnya sangat sedih, terlebih bicara soal rindu dengan orang tua.

"Sampai akhirnya April 2021 saya konsumsi zat metapetamine (sabu). Setelah konsumsi, ya beban sedikit berkurang aja gitu. Lepas dari masalah, saya bahagia walau hanya sesaat saja," jelasnya.

Namun, ketika ditangkap Nia baru sadar langkahnya menghilangkan masalah dengan konsumsi sabu adalah hal yang salah.

"Ya setelah saya jalani rehabilitasi, saya baru sadar ini hanya emosional saja. Saya sudah bisa mengatur atau mengontrol emosi saya," ujar Nia.

(*)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar